
NASIONALTERKINI. YOGYAKARTA – Institut Français Indonesia (IFI) membuka Festival Sinema Prancis 2025 dengan pemutaran film “13 Jours, 13 Nuits” di Studio 4 Empire XXI, Jumat :21/11/2025 malam. Film karya sutradara Martin Bourboulon yang masuk dalam Official Selection Festival Film Cannes 2025 itu berhasil menarik perhatian penonton sejak awal acara.

Perwakilan IFI, Inta Devi, menjelaskan bahwa film tersebut mengangkat kisah nyata tentang evakuasi warga Afghanistan ketika Taliban mengambil alih Kabul pada Agustus 2021. Ceritanya berpusat pada seorang polisi Kedutaan Besar Prancis dan penerjemah Prancis-Afghanistan yang mempertaruhkan keselamatan demi menyelamatkan warga sipil.

“Film ini diputar dalam rangka Festival Sinema Prancis edisi ke-27. Setiap tahun kami ingin memperkenalkan film-film Prancis agar semakin dikenal oleh khalayak Indonesia. Sangat menyenangkan melihat antusiasme masyarakat Yogyakarta yang ternyata besar terhadap sinema Prancis,” ujar Inta Devi.
Ia menambahkan, festival tahun ini tidak hanya berlangsung di Yogyakarta, tetapi juga akan hadir di Wates Kulon Progo dan Solo. IFI berharap festival ini membuka lebih banyak ruang untuk pertukaran kreatif antara Prancis dan Indonesia.
“Harapannya, festival ini tidak hanya memberikan kesempatan untuk menikmati film-film Prancis, tetapi juga mendorong perkembangan calon-calon sineas Indonesia. Dalam program ini, kami bekerja sama dengan JAV untuk menghadirkan mentor dari Prancis yang akan melatih produser dan sutradara muda Indonesia agar semakin profesional,” terang Inta.
Pemutaran “13 Jours, 13 Nuits” menjadi malam pembuka yang hangat. Film yang dibintangi Lyna Khoudri dan Roschdy Zem tersebut menghadirkan ketegangan dan sisi kemanusiaan dari salah satu momen paling dramatis dalam sejarah modern Afghanistan.
Festival Sinema Prancis 2025 pun diharapkan menjadi wadah apresiasi sekaligus pintu inspirasi bagi para pencinta film, akademisi, dan sineas muda di Indonesia.Tutup:Inta(Tyo)
