NASIONALTERKINI. Suasana meriah mewarnai pusat Kota Yogyakarta saat lebih dari 2.000 siswa dan guru SMK Negeri 3 Yogyakarta (Skagata) turun ke jalan dalam rangka Kirab Budaya memperingati Hari Ulang Tahun ke-60 sekolah tersebut. Tak hanya sekadar perayaan, kirab ini menjelma menjadi atraksi wisata edukatif yang menggambarkan kekayaan budaya dan filosofi pendidikan khas Jogja.

Mengusung tema “Rumaketing Rasa Mermeti Luhuring Budaya”, kirab dimulai dari halaman sekolah di kawasan Jetis dan menyusuri rute strategis Borobudur Plaza–Jalan Magelang–Ping–Tugu Yogyakarta, kembali ke sekolah. Jalur ini menjadi etalase budaya hidup, menampilkan parade bregada, gunungan hasil bumi, maskot, hingga iring-iringan musik tradisional dari lima jurusan besar: Bangunan, Listrik, Otomotif, Mesin, dan Teknik Elektronika.

Semua peserta mengenakan busana adat Jawa Gagrag Ngayogyakarta lengkap dengan ornamen khas budaya lokal, menjadikan kirab ini tak ubahnya “panggung berjalan” yang memukau warga dan wisatawan.

Kirab ini bukan hanya bentuk selebrasi, tapi juga media pendidikan karakter berbasis budaya lokal. Ini bagian dari wisata edukatif yang menampilkan wajah Jogja sebagai kota budaya sekaligus kota pelajar,” ungkap Wiwi Wiarti, Ketua Panitia Kirab Budaya.Jum’at:01/08/2025

Penilaian dilakukan secara tersembunyi oleh seniman dan praktisi budaya lokal, menjadikan setiap peserta tetap fokus menampilkan performa terbaik. Tiap tim menampilkan satu bregada lengkap dengan koreografi dan musik tradisional, serta gunungan setinggi 1,5 meter berisi hasil bumi dan kuliner lokal yang kelak dibagikan kepada penonton saat kembali ke sekolah.

Kegiatan ini memperkuat pembelajaran muatan lokal Bahasa Jawa sekaligus menghidupkan nilai-nilai seperti nyawiji, greget, tengguh, ora mingkuh—bagian dari filosofi pendidikan Jogja yang mengakar,” jelas Ramadhan Bagas Laksono, Guru Bahasa Jawa SMKN 3 Yogyakarta.

Lebih dari sekadar kompetisi, kegiatan ini menjadi pengalaman belajar luar ruang yang menyenangkan sekaligus mendalam bagi para siswa.

Yang paling seru waktu bikin gunungan bareng teman-teman. Kirab ini bikin saya makin paham arti kebersamaan dan budaya Jawa. Bukan cuma lomba, tapi pengalaman yang susah dilupakan,” ujar Muhammad Taufiq Ardiansyah, siswa kelas XI Teknik Listrik 3.

Sementara:Widada Selaku Kepala Sekolah SMKN3 Menyampaikan serbagai penghargaan diberikan dalam kategori Juara I-III, Gunungan Terbaik, Musik Terbaik, Kostum Terbaik, hingga Maskot Terbaik. Penampil guru dan karyawan pun turut dinilai dalam kategori khusus. Dokumentasi kegiatan ini akan menjadi bagian dari arsip budaya sekolah sekaligus materi promosi wisata edukatif khas SMKN 3 Yogyakarta.

Dengan gelaran ini, SMKN 3 Yogyakarta meneguhkan dirinya tak hanya sebagai institusi pendidikan vokasi, tetapi juga sebagai penjaga budaya dan pelaku aktif pelestarian warisan budaya Jogja yang mendidik, membumi, dan penuh makna.
Tentang SMKN 3 Yogyakarta
SMK Negeri 3 Yogyakarta, sebelumnya dikenal sebagai STM 2 Jetis, adalah salah satu sekolah kejuruan tertua dan paling berprestasi di Indonesia. Terletak di Jl. Robert Wolter Monginsidi No. 2, sekolah ini konsisten melahirkan generasi terampil yang juga berkarakter luhur. Informasi lebih lanjut dapat diakses di: www.smkn3jogja.sch.idPungkas:Widada(Tyo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *