
foto=designer Dina Rosaria
NASIONALTERKINI.COM. YOGYAKARTA, Februari 2026 — Desainer Dina Rosaria melalui brand Wearlori menghadirkan koleksi terbaru bertajuk “Lembah Manah” dalam sebuah pergelaran busana yang digelar pada 14 Februari 2026 di Grand Diamond Hotel Yogyakarta. Koleksi ini menjadi bagian dari rangkaian show bertema Lirik Lurik Lerek yang mengangkat tekstil tradisional ke dalam pendekatan mode kontemporer.

Dalam keterangannya, Dina Rosaria menyampaikan bahwa Lembah Manah lahir dari refleksi tentang ketenangan batin di tengah dinamika kehidupan modern.
“Lembah Manah berbicara tentang kembali pada hati yang lebih tenang. Saya ingin menghadirkan busana yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga memiliki makna dan rasa,” ujar Dina di sela-sela acara.
Secara harfiah, lembah berarti rendah dan teduh, sedangkan manah dalam bahasa Jawa bermakna hati atau batin. Filosofi tersebut diterjemahkan dalam desain yang menonjolkan kesederhanaan, kerendahan hati, serta kesadaran dalam berbusana. Nilai ini, menurut Dina, juga selaras dengan momentum Lebaran sebagai ajakan untuk kembali pada hati yang bersih.

Koleksi ini menampilkan siluet bersih dan minimalis, potongan asimetris yang lembut, serta eksplorasi material linen dan lurik dengan pewarnaan alam. Palet warna hijau pupus dan putih mendominasi, menghadirkan kesan teduh sekaligus simbol awal yang baru.
Dina menjelaskan, pemilihan lurik bukan sekadar pertimbangan estetika, melainkan juga bentuk komitmen untuk menjaga relevansi kain tradisional dalam lanskap fesyen modern.
“Lurik itu sederhana, tetapi kuat secara filosofi. Saya ingin mengolahnya dengan pendekatan yang lebih modern agar tetap relevan dengan gaya hidup saat ini tanpa kehilangan akar budayanya,” katanya.
Salah satu rancangan yang menjadi sorotan adalah Nala Top, yang memadukan tekstur lurik dengan konstruksi potongan ringan. Padu padan linen dan lurik berpewarnaan alam mempertegas pendekatan modest dan simplicity yang menjadi karakter koleksi ini.
Melalui Lembah Manah, Wearlori kembali menegaskan identitasnya sebagai brand yang mengembangkan kain tenun tradisional menjadi busana ready-to-wear kontemporer. Dina berharap koleksi ini dapat menjadi ruang refleksi sekaligus pengingat bahwa elegansi tidak selalu hadir dalam kemegahan.
“Bagi saya, elegansi adalah tentang keseimbangan. Tentang bagaimana kita merasa nyaman dan tenang dengan diri sendiri,”Papar: Dina.
Wearlori sendiri merupakan label fesyen berbasis di Yogyakarta yang konsisten mengangkat kain tenun tradisional dengan pendekatan modern lifestyle. Melalui inovasi desain yang minimalis dan artistik, brand ini berupaya memperluas apresiasi terhadap tekstil Nusantara di panggung mode yang lebih luas.Pungakas:Dina(Tyo)
Redaksi=
(terkininasional@gmail.com)
