foto=Melati Soedjarwo, Dina Wearlori, Dewi Roesdji, Rizz Ashar,

NASIONALTERKINI.COM. Kain lurik kembali menemukan panggungnya. Melalui tajuk “Lirik, Lurik, Lerek”, LMAR bersama Grand Diamond Hotel Yogyakarta menghadirkan Fashion Show & Pameran Bercerita edisi Februari 2026 yang memadukan mode, budaya, dan narasi dalam satu ruang apresiasi yang hangat dan intim.

Digelar pada 14 Februari 2026 di D’Lounge, acara ini menjadi kolaborasi keempat yang menegaskan komitmen LMAR dalam merawat ekosistem fashion berbasis budaya di Yogyakarta. Bukan sekadar peragaan busana, panggung ini menjadi ruang dialog antara tradisi dan interpretasi kontemporer.

Empat desainer tampil membingkai lurik dalam sudut pandang berbeda: Dina Wearlori, Dewi Roesdji, Rizz Ashar, dan Melati Soedjarwo. Masing-masing mengeksplorasi lurik bukan hanya sebagai kain bergaris, melainkan sebagai simbol identitas, keteguhan, sekaligus fleksibilitas perempuan dan generasi modern.

Dewi Roesdji menghadirkan siluet yang menarasikan perjuangan perempuan mandiri, dengan garis lurik yang tegas namun elegan. Melati Soedjarwo meramu lurik dalam sentuhan feminin yang lembut, memadukan tradisi dan kebahagiaan dalam harmoni desain. Rizz Ashar menawarkan pendekatan lebih eksperimental—mematahkan stigma lurik sebagai busana konvensional menjadi karya berenergi urban. Sementara Dina Wearlori mengedepankan kekuatan detail dan konstruksi modern yang tetap berakar pada nilai wastra Nusantara.

Koleksi-koleksi tersebut diperagakan melalui kolaborasi bersama Angel’s Community, menghadirkan keberagaman karakter di atas runway. Energi komunitas menjadi daya tarik tersendiri—menjadikan setiap langkah bukan hanya estetika, tetapi juga representasi inklusivitas dan solidaritas kreatif.

Acara ini juga mendapat dukungan dari , mempertegas pentingnya sinergi antar pelaku industri dalam mendorong fashion Indonesia yang berkelanjutan.

Menariknya, di sela peragaan, Lia Mustafa selaku Project Officer FOS 2026 membagikan gambaran awal tentang perhelatan Fashion on the Street Prawirotaman 2026 yang akan digelar Agustus mendatang—sebuah ajang yang dikenal menghidupkan ruang publik sebagai panggung mode alternatif di Yogyakarta.

Melalui “Lirik, Lurik, Lerek”, LMAR dan Grand Diamond Hotel Yogyakarta sekali lagi membuktikan bahwa fashion bukan sekadar tren. Ia adalah cerita. Ia adalah sikap. Dan di tangan para desainer ini, lurik menjelma menjadi bahasa yang terus relevan, menenun masa lalu dan masa depan dalam satu garis yang tak pernah putus.Pungkas:Lia(Tyo)

Redakai=terkininasional@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *