Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Tombak “Kyai Turunsih” Dijamas, Bersihkan Secara Fisik dan Non Fisik

Pusaka milik Kabupaten Sleman berupa Tombak "Kyai Turunsih" dijamas di kompleks Rumah Dinas Bupati Sleman, Jumat (12/8). Kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahun pada bulan suro.

JOGJABERITA– Pusaka milik Kabupaten Sleman berupa Tombak “Kyai Turunsih” dijamas di kompleks Rumah Dinas Bupati Sleman, Jumat (12/8). Kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahun pada bulan suro.

Ketua Paguyuban Abdi Dalem Kabupaten Sleman Kanjeng Mas Tumenggung Dwijo menjelaskan jamasan ini bertujuan untuk membersihkan Tombak “Kyai Turunsih” secara fisik. 

Diantaranya menghilangkan karat dan kotoran yang ada di tombak tersebut. Tak hanya fisik, jamasan ini juga berfungsi untuk membersihkan tombak secara non fisik.

“Menghilangkan aura-aura negatif dari Kanjeng Kyai Turunsih. Ini supaya tetap menjadi positif. Menjadi berkat bagi masyarakat Sleman sesuai dengan pamornya, beras wutah. 
Menjadi kemakmuran bagi warga sekitar Sleman,” ujarnya saat ditemui di kompleks Rumah Dinas Bupati Sleman, Jumat (12/8).

Dwijo menjelaskan, tombak dijamas dengan menggunakan air khusus. Diantaranya air kembang setaman, minyak cendana, air jarah, dan air jeruk nipis. Tombak lantas dibersihkan dengan menggunakan kuas.

“Dibersihkan dengan ritual khusus sesuai dengan aturan dari Keraton Jogja. Kebiasaan adat dari Keraton,” ucapnya.
Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman Edy Winarya mengatakan tombak ini merupakan piandel atau kekuatan yang diberikan oleh Hamengkubuwono X. 

Lokasi penyimpanan berada di ruang Sekda Pemkab Sleman. Dia mengungkapkan Tombak “Kyai Turunsih” memiliki pamor beras wutah. 

Melalui prosesi jamasan ini diharapkan dapat memberikan pengaruh yang baik bagi seluruh warga Kabupaten Sleman.
“Tombak Kyai Turunsih itu pamornya adalah beras wutah. Ini kan memiliki aura di Sleman, surplus. Mengenai itu secara kebetulan apa itu ada pengaruhnya, yang jelas pamor beras wutah itu menjadikan Sleman ini akan maksmur di kemudian hari,” ujarnya. (ang/red)

Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *