Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Tingkatkan Kualitas, Pemkot Jogja Dorong Pelaku UMKM Terus berinovasi

Tingkatkan Kualitas, Pemkot Jogja Dorong Pelaku UMKM Terus berinovasi

JOGJABERITA– Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UKM (Perinkop UKM) Kota Yogya menggelar bazar UMKM di kompleks Balai Kota Jogja, Jumat (26/8). 

Penjabat Wali Kota Yogya Sumadi mengatakan pihaknya terus mengupayakan adanya pemulihan ekonomi. Salah satunya dengan mendorong para pelaku UMKM untuk terus berinovasi.

“Sudah terbukti teman-teman UMKM itu kan bisa survive ketika pandemi ini. Kami selalu mendorong pada mereka, inovasi terus ditumbuhkan,” katanya saat ditemui di kompleks Balai Kota Yogya, Jumat (26/8).

Tak hanya inovasi, para pelaku UMKM juga didorong untuk bisa mengikuti perkembangan zaman. Misalnya, upaya promosi dan pemasaran yang dilakukan secara online. 

Pihaknya menggandeng Dinas Perinkop UKM serta Dinas Kominfosan untuk turut serta membantu para UMKM memasarkan produk-produk mereka.

Pemkot Yogya juga konsisten memberikan bantuan permodalan bagi para pelaku UMKM. “Kita juga ada permodalan. Kita gandeng BUMD, Rumah Zakat, Baznas, Bank Yogya. Kita gandeng untuk memenuhi permodalan,” katanya.


Kepala Dinas Perinkop UKM Kota Yogya Tri Karyadi Riyanto mengatakan pihaknya menggandeng Forum Komunikasi Usaha Mikro (Forkom) dalam memberdayakan UMKM di tiap-tiap kemantren. 

Tujuannya, agar terorganisir dan mudah dalam melakukan pemantauan. Melalui Forkom ini pula, dia berharap nantinya akan tercipta kompetisi yang sehat antar UMKM di masing-masing kemantren. Sehingga, kualitas produk UMKM bisa naik kelas.


“Kami ingin lebih mengoptimalkan keberadaan Forkom. Jangan sampai produk antar UMKM itu sama. Dari 14 Forkom, karakternya berbeda-beda.

Harapannya itu, keunikan masing-masing muncul. Sehingga kami tidak akan mengambil perorangan, tapi lewat Forkom,” ujarnya.


Berbagai bantuan selama ini telah dia upayakan untuk menaik-kelaskan UMKM di Kota Yogya. 

Tak melulu soal pembiayaan, dia juga memberikan fasilitas berupa pemberian sertifikasi halal bagi produk kuliner. 

Menurutnya, sertifikasi halal tak hanya diperlukan dari sisi agama saja. Namun, ini juga merupakan indikator kualitas mutu produk.

“Kita dorong untuk diberikan sertifikat halal, akan naik kelas. Sehingga kita gratiskan. Kita tidak berwujud uang, tapi fasilitas yang lain,” katanya. (iin/red)

Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *