Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Tanah Longsor Di Kabupaten Banjarnegara, Sebanyak 128 Jiwa Mengungsi

Bencana tanah longsor melanda dusun Sigadung, Desa Kalitlaga, Kecamatan Pagentan, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah pada Selasa (6/2). Longsor dipicu hujan dengan intensitas tinggi dengan durasi lebih dari dua jam pukul 01.30 WIB.

NASIONALTERKINI– Bencana tanah longsor melanda dusun Sigadung, Desa Kalitlaga, Kecamatan Pagentan, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah pada Selasa (6/2). Longsor dipicu hujan dengan intensitas tinggi dengan durasi lebih dari dua jam pukul 01.30 WIB.

Laporan dari Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pasca kejadian tanah longsor dilaporkan 1 orang luka ringan serta 37 KK / 128 jiwa terdampak dan mengungsi. Selain itu kejadian longsor mengakibatkan kerugian materil sebanyak 13 rumah rusak, 18 rumah berisiko terkena longsoran, 1 masjid rusak dan 2 unit kandang hewan rusak.

Sementara itu informasi Staf Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Banjarnegara, Mimid pada Kamis (8/2) melalui sambungan telepon, mengatakan kondisi pengungsi masih bertahan di pengungsian karena kondisi akses jalan serta rumah warga mengalami kerusakan. “Penanganan tanah longsor tim gabungan melakukan pertolongan, evakuasi, serta pendataan.

Untuk penanganan pengungsi BPBD bersama, Dinsos, dan PMI memberikan bantuan logistik ke titik-titik pengungsi dan mendirikan pos Kesehatan. Kondisi hujan lebat menjadi kendala dalam evakuasi korban yang terkena longsor” ujar Mimid.

Mimid menjelaskan Berdasarkan informasi dari Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika wilayah Kabupaten Banjarnegara pada Jumat (9/2) kondisi cuaca cenderung hujan ringan hingga sedang, sedangkan kondisi cuaca pada Sabtu (10/2) cuaca didominasi hujan dengan petir.

Kajian Inarisk BNPB untuk wilayah Kabupaten Banjarnegara memiliki risiko terdampak tanah longsor sedang hingga tinggi sebanyak 20 kecamatan dengan luas 18.598 ha. Mengantisipasi terjadinya tanah longsor BNPB menghimbau kepada Pemerintah daerah agar melakukan mitigasi vegetasi dengan penanaman pohon yang mempunyai perakaran yang dalam dan jarak tanam yang tidak terlalu rapat diantaranya diseling-selingi tanaman pendek yang bisa menjaga drainase air serta membuat drainase lereng yang baik untuk menghindarkan air mengalir dari dalam lereng keluar lereng,”katanya. (Wst/tyo)

Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *