Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Polda DIY Temui Modus Modifikasi Tangki dan Pengisian BBM di Beberapa SPBU

Polda DIY Temui Modus Modifikasi Tangki dan Pengisian BBM di Beberapa SPBU

JOGJABERITA– Sebanyak tiga kasus berhasil diungkap oleh jajaran Ditreskrimsus Polda DIY yang terjadi pada rentang waktu April hingga Juni 2022. 

Sementara ada tiga kasus lainnya yang juga berhasil diungkap oleh Polres Sleman, Polres Gunungkidul, dan Polsek Pengasih. Total ada sebanyak 7 tersangka yang diamankan.

Kasub Ditreskrimsus Polda DIY AKBP Riyanto menuturkan pada waktu ada gonjang-ganjing terkait dengan banyaknya penyalahgunaan BBM bersubsidi, kami dari direktorat dan termasuk polres jajaran berkomitmen untuk mengawal kebijakan pemerintah.

Dalam hal ini mengawal supaya BBM bersubsidi akan tepat sasaran. Rata-rata para pelaku menggunakan modus yang sama.

Modusnya adalah mengisi BBM di beberapa lokasi SPBU yang berbeda. 

Hal ini dilakukan untuk mengelabui petugas. Tangki BBM juga dimodifikasi guna menampung BBM dalam jumlah yang lebih banyak. 

“Kami mendapatkan informasi bahwa ada mobil pribadi yang dari SPBU ke SPBU senantiasa mengisi BBM solar.

Setelah kami lakukan pembuntutan kemudian kami yakin, kami hentikan. Dan ternyata betul di dalamnya ada BBM yang disubsidi kemudian kami tindaklanjuti,” jelasnya saat jumpa pers di Mapolda DiY, Rabu (7/9). 

Riyanto menambahkan dari tangan TY, pihaknya mampu menyita sebanyak 17 jerigen bio solar, tangki besi modifikasi berkapasitas 300 liter dan 70 liter, serta beberapa barang bukti lainnya.

 Tak berselang lama, Polda DIY kembali berhasil mengungkap penyelewengan BBM bersubsidi dengan modus yang sama pada 1 Juni. 

Pelaku didapati melakukan pengisian BBM di beberapa SPBU berbeda dan melakukan modifikasi pada tangki bensin. 

Dua tersangka berinisial HY dan UN hampir membawa kabur BBM jenis bio solar sebanyak kurang lebih 2.900 liter. 

Sementara tangki yang dimodifikasi diketahui berkapasitas 5.000 liter. Dari keterangan tersangka, untuk memenuhi tangki tersebut setidaknya membutuhkan waktu selama dua hingga tiga hari.

“Ini sama, jadi modusnya adalah mereka mengisi BBM solar. Mengisi seperti biasa, setelah penuh dia nanti keluar SPBU. 

Itu nanti akan ada pompanya yang dinaikkan ke tangki yang dimodifikasi di dalam bak nya. 
Dari keluar masuk SPBU itu kita buntuti, kemudian setelah keluar kita hentikan, ternyata benar.

Kita tindaklanjuti dan di dalamnya sudah terisi solar kurang lebih sekitar 2900 liter,” jelasnya.


Satu kasus lagi berhasil diungkap Ditreskrimsus Polda DIY pada 8 April.

Dari tersangka AD yang merupakan warga Minggir, Sleman berhasil diamankan sebanyak satu jerigen bio solar dengan kapasitas 35 liter, dua jerigen pertamax, dan tiga jerigen pertalite, serta bukti pembelian BBM di SPBU.


“Kasus ini sudah P21 bahkan sudah tahap dua, dan sudah mulai sidang. Tinggal menunggu putusan dari pengadilan,” katanya.

Sementara itu Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga DIY Ivan Syuhada mengucapkan rasa terima kasihnya kepada jajaran kepolisian dalam mengungkap kasus penyelewengan BBM di DIY. 

Menurutnya, meski terjadi kenaikan tetapi harga ini masih berada di bawah harga yang seharusnya atau tanpa subsidi. 

“Saya berharap kolaborasi ini akan terus terjalin guna menciptakan distribusi BBM bersubsidi yang tepat sasaran,”ucapnya. (ang/red)

Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *