Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Peringatan HUT ke-77 TNI, Diharap Konsisten Lakukan Sapta Marga dan Sumpah Prajurit

Peringatan HUT ke-77 TNI, Diharap Konsisten Lakukan Sapta Marga dan Sumpah Prajurit

JOGJABERITA – Dalam rangka memperingati hari ulang tahun ke-77 Tentara Nasional Indonesia, Korem 072/ Pamungkas menggelar upacara di Lapangan Dirgantara Akademi Angkatan Udara (AAU), Rabu (5/10). 

Danrem 072/ Pamungkas Brigjen TNI Puji Cahyono mengatakan hari ulang tahun ini menjadi momen bagi para anggota TNI untuk mempertahankan kepercayaan masyarakat. 


Dengan cara menjaga tingkah laku dan tidak melakukan tindakan-tindakan di luar ketentuan. Tahun ini peringatan HUT ke-77 TNI mengusung tema “TNI adalah Kita”.

“TNI berasal dari rakyat dan hadir untuk mengatasi, membantu kesulitan masyarakat. Dengan langkah, tingkah laku yang sesuai dengan aturan, menjaga kehormatannya, akan mempertahankan kepercayaan masyarakat kepada TNI,” ungkapnya usai gelaran upacara di Lapangan Dirgantara AAU, Rabu (5/10).

Puji mengatakan pihaknya akan senantiasa berada di tengah-tengah masyarakat. Salah satu wujudnya adalah turut menyelesaikan permasalahan stunting di Indonesia. 


Beberapa waktu lalu Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Dudung Abdurachman dikukuhkan sebagai duta bapak asuh anak stunting. Ini lantas ditindak lanjuti pada tingkatan korem dan kodim.

Lima dandim se-DIY turut dilantik pula menjadi bapak asuh anak stunting. “Atas perintah Kasad kami melanjutkan langkahnya dengan memerintahkan kepada seluruh jajaran di Korem untuk segera aktif.

Kami mendapatkan donasi dari pengusaha di Sleman sebesar Rp 175 juta, sudah disalurkan,” katanya.

Dilanjutkan dengan pengumpulan donasi dari para pengusaha di Kulonprogo. Dari donasi tersebut dibagikan kepada 111 anak dalam bentuk bantuan stunting.

“Mudah-mudahan kegiatan pengentasan stunting ini bisa diselesaikan sesuai target dari pemerintah,” ungkapnya.


Gubernur DIY Hamengku Buwono X berharap pada momen HUT ke-77, TNI dapat konsisten melaksanakan sapta marga dan sumpah prajurit.

Terkait penanganan stunting dia berharap adanya kolaborasi antar pihak. 

Misalnya dengan BKKBN dan Dinas Sosial serta Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) DIY.


Dia meminta berbagai pihak untuk mencegah terjadinya stunting. Misalnya, mencegah adanya pernikahan dini serta pemberian edukasi kepada masyarakat terkait  pengetahuan keluarga, kelahiran, maupun pengasuhan terhadap anak.


“Saya punya harapan, tidak mungkin kita hanya bisa mengatasi sendiri tanpa bantuan antar dinas maupun lembaga pusat yang ada di daerah.

Bagaimana kita bisa mencegah lebih dini. Tidak hanya campaign stuntingnya tapi pernikahan dini,” ungkapnya. (ong/red)

Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *