Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Mahasiswa ISI Kampanyekan Kesehatan Mental Lewat Pameran Seni Rupa

JOGJABERITA

JOGJABERITA – Sejumlah mahasiswa ISI Yogyakarta menggelar pameran seni rupa di Ruang Pamer Temporer Museum Sonobudoyo, Senin (1/5).

Pameran ini dikemas dalam tajuk “Intus Foris”. Gelaran ini menjadi wujud kampanye akan pentingnya kesadaran akan kesehatan mental.

Kurator Pameran, Lafazalyla menjelaskan tema kesehatan mental diangkat mengingat bulan ini bertepatan dengan bulan kesehatan mental dunia. Menurutnya, isu kesehatan mental juga masih menjadi hal yang tabu.

Tema ini dipilih dengan mempertimbangkan keadaan sekitar. Meliputi 5 tahap emosi manusia, diantaranya kesedihan, penyangkalan, marah, menawar, depresi, dan diakhiri penerimaan.

“Kami mengundang 15 seniman muda. Jumlah karyanya ada 29 karya. Terdiri dari 3 patung dan 26 lukisan,” ujarnya ditemui di Ruang Pamer Temporer Museum Sonobudoyo, Senin (1/5).

Dia menjelaskan para seniman menuangkan makna kesehatan mental lewat goresan. Misalnya, karya lukis berjudul cangkang.

Lafazalyla mengatakan, cangkang dalam karya tersebut tak diartikan secara harfiah. Namun, cangkang dimaknai sebagaimana rumah.

“Maksud asli cangkang itu sebagai rumah yang melekat di diri kita sendiri. Kita tidak perlu mencari rumah terlalu jauh karena mau bagaimana pun kita akan kembali ke diri sendiri,” jelasnya.

Project Manager Pameran Pratita Sarwoadi menyebut gelaran ini dilaksanakan sebagai tugas akhir mata kuliah Tata Kelola Pameran Prodi S1 Tata Kelola Seni, Fakultas Seni Rupa ISI Yogyakarta.

Pameran diresmikan hari ini dan akan terus berlangsung hingga 7 Mei 2023. “Harapan saya para seniman bisa mendapatkan exposure dan bisa menyuarakan tentang mental health,” ungkapnya. (isa)

Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *