Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Kontingen Peparda III Posisi Runner Up, Siapkan Atlet Berlaga di Peparnas 2024

Kontingen Peparda III Posisi Runner Up, Siapkan Atlet Berlaga di Peparnas 2024

JOGJABERITA–  Kontingen Sleman pada gelaran Peparda III bertengger di peringkat kedua setelah Kabupaten Bantul. 


Ketua NPC Sleman Suwartoyo mengatakan hingga Jumat siang (9/9) telah ada 29 emas, 45 perak, dan 25 perunggu yang berhasil dibawa pulang.

Dia menambahkan ada beberapa cabor yang meleset dari prediksi, sehingga terjadi penurunan medali yang seharusnya emas menjadi perak.


“Sebenarnya rata-rata tidak anjlok semua. Tapi ada penurunan di medali emas di cabor-cabor. Yang mana turun sekitar 21 ke perak ya.

Jadinya, kami mendapatkan perak itu bejibun,” jelasnya saat ditemui di Pendopo Parasamya Sleman, Jumat (9/9).

Suwartoyo mengaku menyayangkan cabor tenis kursi roda yang tak bisa dipertandingkan pada gelaran Peparda kali ini.

Padahal melalui cabor tersebut Kabupaten Sleman diyakini mampu mendulang sebanyak 7 medali emas.

“Salah satunya angkat berat kita turun satu. Bulu tangkis, panahan, catur. Ada perubahan yang signifikan.

Ada atlet-atlet (catur) tambahan yang bisa menggugurkan dari prediksi kami, dari emas ke perak,” tambahnya.


Meski perolehan medali pada beberapa cabor tak sesuai prediksi, tetapi ada pula yang melampui target.

Cabor tersebut adalah boccia. Kontingen Peparda Sleman mampu menyabet 4 medali emas dari 4 nomor yang dipertandingkan. “Ada juga dua perak dan satu perunggu,” katanya.


Tak mau berpangku tangan pada posisi runner up, Suwartoyo mengatakan akan terus melakukan upaya pembinaan guna mencetak atlet-atlet Peparda yang berkualitas.

Ke depan, pihaknya juga akan melakukan familiarisasi cabor-cabor peparda ke SLB maupun sekolah-sekolah inklusif. 


Harapannya, dapat muncul bibit-bibit baru atlet Peparda yang bisa bertandin mewakili Kabupaten Sleman.


“Pembinaan tetap berjalan. Ditambah lagi sosialisasi ke sekolah-sekolah khususnya SLB dan juga NPC, karena kami belum nyambung dari Dinas Pendidikan di Kabupaten Sleman untuk anak disabilitas. Paling tidak nanti kita sosialisasi. 

ABK (anak berkebutuhan khusus) kategiri tertentu bisa dimasukkan cabor-cabor apa saja, nanti disesuaikan,” ujarnya. (ang/red)

Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *