Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Kondisi Fisik Bangunan Alami Kerusakan MGM Ditutup Sementara

Kondisi Fisik Bangunan Alami Kerusakan MGM Ditutup Sementara

JOGJABERITA– Salah satu destinasi wisata di kawasan Kaliurang, Sleman Museum Gunung Merapi (MGM) akan ditutup sementara waktu. Ini dilakukan mengingat kondisi fisik bangunan mengalami kerusakan di beberapa titik. 

Kepala Dinas Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman Taufiq Wahyudi menjelaskan kerusakan terjadi di bagian atap, plafon, dan lantai. Jika dibiarkan, ini dinilai akan membahayakan pengunjung.

“Atap yang di depan mungkin dilepas yang dari lempengan kaca. Plafon rencananya juga akan dibongkar, yang di gedung utama ini gypsum sudah menjalar ke mana-mana termasuk kerangkanya. 

Yang di bagian bawah ada lantai yang terbuat dari kayu, itu juga akan diperbaiki,” katanya saat ditemui di Tridadi, Sleman, Senin (21/11).

Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menjelaskan beberapa waktu lalu Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melakukan peninjauan di MGM.

Hasilnya, BPK meminta MGM untuk ditutup sementara waktu. Ini guna menjamin keselamatan para pengunjung.

Sebagai upaya tindak lanjut, jajaran Pemkab Sleman menggelar koordinasi. Akhirnya terbit SK Bupati No. 070 Tahun 2022 Tentang Penutupan Sementara Objek Wisata Museum Gunung Merapi.

“Sejarahnya MGM merupakan hibah pemerintah pusat untuk tujuan penelitian geologi, terkait aktivitas gunung Merapi dan pembelajaran gunung Merapi oleh akademisi.

Tapi, setelah dibuka untuk wisatawan antusiasnya bagus, mungkin juga karena tidak ditemukan di daerah lain,” jelasnya.

Rencananya, rehabilitasi akan dilakukan dengan menggunakan dana keistimewaan. Pihaknya juga telah mengajukan permohonan kepada Paniradyapati Kaistimewan DIY. Dari Rp 13 milyar yang diajukan, baru sekitar Rp 7,5 milyar yang disetujui. 

Ini dalam rangka melakukan perbaikan-perbaikan pada titik yang sifatnya segera. Saat ini, karyawan MGM fokus mengevakuasi dan menyelamatkan koleksi.

“Kami sepakati untuk sementara menutup kegiatan aktivitas pariwisata di sana untuk kepentingan umum. Terkait pegawai, tetap akan kita atur jadwalnya,” ungkapnya. (ong/red)

Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *