Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Jelang Pesta Demokrasi, KPU Sleman Gelar Simulasi Pemungutan dan Perhitungan Suara Pemilu 2024

Menjelang pesta demokrasi, KPU Kabupaten Sleman menggelar simulasi pemungutan dan perhitungan suara Pemilu 2024, di The Rich Jogja Hotel, Rabu (31/1).

NASIONALTERKINI – Menjelang pesta demokrasi, KPU Kabupaten Sleman menggelar simulasi pemungutan dan perhitungan suara Pemilu 2024, di The Rich Jogja Hotel, Rabu (31/1).

Kegiatan tersebut merupakan upaya KPU Sleman untuk menyosialisasikan kepada masyarakat terkait proses serta prosedur pelaksanaan pemungutan dan perhitungan surat suara pemilu pada 14 Februari nanti. Di samping itu, momen ini juga menjadi sarana KPU Sleman dalam mendesiminasikan penggunaan Sistem Informasi Rekapitulasi (SIREKAP).

“Kami melakukan simulasi hari ini lebih ke sosialisasi kepada masyarakat bagaimana besok kita melakukan pemungutan dan perhitungan suara. Termasuk penggunaan sistem SIREKAP,” kata Noor Aan Muhlishoh selaku Ketua DivisibTeknis Penyelenggaraan KPU Kabupaten Sleman dalam sambutannya.

Aan juga mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai persiapan yang dimulai sejak tanggal 22 Juli 2023 hingga saat ini. Dengan begitu, diharapkan pelaksanaan pemilu nanti dapat berjalan baik dan penuh tanggung jawab.

“Kami menyiapkan dari 22 Juli 2023 sampai hari ini banyak yang sudah kami siapkan. Kami berharap apa yang telah kita siapkan itu besok dapat berjalan baik dan bertanggung jawab,” kata Aan.

Sebelumnya pada tanggal 23 Desember lalu, KPU Sleman juga pernah melakukan simulasi pemungutan dan perhitungan surat suara di Kapanewon Seyegan, dengan melibatkan personel Panitia Pemungutan Suara (PPS) Seyegan. Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan pemahaman pada masing-masing anggota KPU dan KPPS, terkait proses pemungutan dan perhitungan suara yang akan dilakukan nanti.

“23 Desember kami menyelenggarakan simulasi dibantu KPPS di Kapanewon Seyegan. Tujuannya lebih pada kami memahamkan pada diri kami sendiri bagaimana pemungutan suara besok,” kata Aan.

Tidak hanya itu, simulasi yang dilakukan pada hari ini juga memberikan penjelasan kepada peserta terkait alur pelaksanaan pencoblosan di TPS. Mulai dari proses pendafatran diri dengan membawa KTP atau surat keterangan, kemudian tandatangan daftar kehadiran, dan menunggu panggilan dari petugas KPPS untuk diberikan surat suara dari petugas PPS untuk di coblos.

Terkait hal ini, para pemilih akan menerima lima jenis surat suara yang harus dicoblos, yaitu surat suara untuk memilih presiden dan wakil presiden, DPR RI, DPD, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota.

Selanjutnya pemilih melakukan pencoblosan di balik bilik suara, kemudian memasukkan surat suara yang telah dicoblos ke dalam kotak suara. Terakhir peserta pemilu diwajibkan untuk melakukan cap jari dengan tinta ungu, sebagai tanda bahwa ia telah melakukan pemilu sesuai asas luber jurdil (langsung, umum, bebas, jujur, dan adil).

Adanya simulasi rangkaian kegiatan perhimpunan dan perhitungan suara tersebut sangat membantu para peserta PPS yang hadir, dalam mendalami tugas dan kewajiban yang harus mereka lakukan. Selain itu, simulasi yang dilakukan hari ini juga menjadi informasi yang dapat disampaikan kepada anggota PPS lainnya, agar pemilu 2024 dapat berjalan dengan baik dan lancar. Hal ini diungkapkan oleh salah satu peserta yang ikut serta dalam simulasi tersebut.

“Ketika dilaksanakan bimtek di Kalurahan kemarin kami kurang paham, namun ketika dilaksanakan simulasi di sini kami paham, ” kata Intan Jini Kartika Hulu dari Lokasi Khusus (Loksus) TPS 903 Universitas Kristen Imanuel Yogyakarta saat ditanyai pasca simulasi pemungutan dan perhitungan surat suara.

Jini menambahkan, perwakilan KPPS yang hadir dalam kegiatan simulasi ini diharapkan dapat memberikan contoh kepada anggota KPPS lainnya, agar pelaksanaan Pemilu 2024 dapat berjalan dengan lancar dan baik.

“Harapannya kami dari KPPS ini semoga bisa memberikan contoh kepada teman-teman yang tidak bisa hadir. Karenakan yang diundang cuma Ketua KPPS saja, jadi kami bisa memberikan informasi lebih kepada teman-teman KPPS yang ada di TPS khusus,” tutup Jini. (edi/eyi)

Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *