Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Dubes Australia untuk Indonesia Kunjungi Padukuhan Mudal, Sariharjo, Ngaglik Guna Memantau Program Hibah Air Minum dan Sanitasi

Dubes Australia untuk Indonesia Kunjungi Padukuhan Mudal, Sariharjo, Ngaglik Guna Memantau Program Hibah Air Minum dan Sanitasi,

JOGJABERITA– Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menerima kunjungan Duta Besar Australia untuk Indonesia Penny Williams di Padukuhan Mudal, Kalurahan Sariharjo, Kapanewon Ngaglik, Senin (12/9). 


Kunjungan ini bertujuan untuk melakukan pemantauan dan evaluasi program hibah air minum serta sanitasi yang diberikan oleh Pemerintah Australia.


“Saya senang sekali bertemu dengan bupati hari ini dan berkunjung ke Sleman. Untuk berkunjung ke Sleman dari dulu ada program kemitraan dengan ibu bupati dan Bappenas dalam program air bersih dan sanitasi,” ujar Duta Besar Australia untuk Indonesia Penny Williams saat ditemui di salah satu rumah warga di Padukuhan Mudal, Kalurahan Sariharjo, Kapanewon Ngaglik, Senin (12/9).

Penny menambahkan, pihaknya telah beberapa kali memberikan bantuan hibah air minum dan sanitasi kepada Pemkab Sleman. 


Diawali pada tahun 2013 dan 2014 untuk membangun sambungan rumah sebanyak 2.000 unit bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Ini telah mendapat reimburse sebesar Rp 4 milyar.

 
Selanjutnya, pada 2021 hingga 2024 program hibah Air Minum Berbasis Kinerja (AMBK) diberikan kepada masyarakat dengan dana hibah setinggi-tingginya Rp 6,9 milyar.

Dari angka tersebut sebesar Rp 712,5 juta telah direimburs dan sisanya akan diselesaikan secara bertahap.


“Lalu ada program hibah sAIIG pada 2016 sampai 2020 untuk pembangunan sanitasi sebanyak 2.387 sambungan rumah air limbah sistem pengolahan terpusat.

Dan telah mendapatkan reimburse sebesar Rp 10,8 milyar,” katanya.

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menjelaskan akses air minum di Kabupaten Sleman telah mencapai 100 persen.

Sebesar 20,60 diantaranya merupakan jaringan perpipaan. Sementara 79,40 persen merupakan jaringan non-perpipaan. 


Jaringan perpipaan pedesaan dikelola oleh masyarakat melalui Sistem Penyediaan Air Minum Perpipaan Pedesaan (SPAMDES) dan Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS).

“Hingga 2022, Sleman telah memiliki 63 desa PAMSIMAS yang tersebar di 16 kapanewon. Sementara jaringan non-perpipaan berupa sumur gali dimiliki masyarakat secara mandiri,” katanya.


Sementara untuk sanitasi, dia mengatakan berfokus pada penyediaan akses layak dan aman air limbah domestik.

Pada 2021 akses layak dan aman air limbah di Kabupaten Sleman telah mencapai 98 persen.

Terdiri dari akses sanitasi layak sebesar 76,23 persen dan akses sanitasi aman sebesar 21,77 persen.

“Sementara dua persen lainnya merupakan sanitasi belum layak. Pemkab Sleman berkomitmen untuk menyelesaikan dua persen sanitasi belum layak menjadi layak dan aman,” ungkapnya. (ang/red)

Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *