Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Dokter Spesialis Mata Soefiandi Soedarman: DME Jadi Penyebab Utama Gangguan Penglihatan Pasien Diabetes

JOGJABERITA

JOGJABERITA – Diabetic Macular Edema (DME) menjadi salah satu penyakit yang kerap timbul pada pasien diabetes melitus (DM). DME merupakan penebalan retina yang melibatkan atau mendekati bagian pusat makula.

Kondisi ini terjadi karena campuran serum dan sel yang keluar dari pembuluh darah ke ruang di sekitarnya akibat kebocoran pembuluh darah. DME terjadi akibat kerusakan pada blood retinal barrier pada lapisan endotel pembuluh kapiler retina. Umumnya disebabkan oleh hipoksia atau penurunan kadar oksigen dalam jaringan tubuh.

Dokter Spesialis Mata Soefiandi Soedarman menyebut pentingnya deteksi dini DME pada penderita DM. Ini menjadi salah satu langkah mencegah agar tak terjadi kondisi yang lebih parah lagi.

“Mengingat makula berperan penting dalam penglihatan sentral, penglihatan warna, serta penglihatan detail, penderita DME sangat berisiko mengalami penurunan penglihatan, bahkan sampai kebutaan. Karenanya, bagi penderita diabetes, deteksi dini dan penanganan tepat menjadi tahapan yang sangat penting dilakukan untuk mencegah progresivitas DME,” ujar Soefiandi di Auditorium FK-KMK UGM, Senin (20/3).

Dia menambahkan DME juga merujuk pada komplikasi dari kondisi Retinopati Diabetik. Ini dipicu oleh kadar gula tinggi pada pasien diabetes. Sehingga mengakibatkan kerusakan pada pembuluh darah retina mata. Terutama pada jaringan-jaringan yang sensitif terhadap cahaya. Meski demikian, munculnya DME dinilai terpisah dari tahapan kerusakan retina retinopati. DME dapat ditemukan pada mata dengan retinopati di tahapan manapun. Progressnya juga berlangsung secara terpisah.

Dia menuturkan pada tahap awal, umumnya pasien belum merasakan gejala klinis DME. Penanganan utama DME pada pasien diabetes dilakukan dengan pengendalian glikemia, lipid, dan fungsi renal. Pasien dengan gula darah terkontrol juga perlu untuk mengontrol lipid dengan baik. Peningkatan kadar lipid dalam darah bisa menjadi faktor risiko yang meningkatkan potensi DME.

“Penyakit gula darah tinggi yang tidak terkontrol pasti akan mempengaruhi fungsi organ. Baik dari kepala hingga ke kaki. Pada khususnya di bidang kedokteran mata di bagian retina atau pusat saraf mata. Di mana pusat saraf mata banyak sekali vaskularisasi pembuluh darah. Kondisi gula darah yg tidak terkontrol inilah yang akan merusak pembuluh darah tersebut,” ungkapnya. (ang/eri)

Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *