Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Ditengah Tahun Politik, Warga Antusias Ikuti Labuhan Merapi 

Dalam rangka memperingati naik Tahtahnya Sri Sultan Hamengku Buwono KA 10 yang ke 36 Tahun  Masyarakat Dusun Kinahrejo Kalurahan Umbulharjo Kapanewon Cangringan Sleman mengadakan  Tradisi Tahunan  Labuhan Alit atau Labuhan Merapi Selasa (13/2)

NASIONALTERKINI– Dalam rangka memperingati naik Tahtahnya Sri Sultan Hamengku Buwono KA 10 yang ke 36 Tahun  Masyarakat Dusun Kinahrejo Kalurahan Umbulharjo Kapanewon Cangringan Sleman mengadakan  Tradisi Tahunan  Labuhan Alit atau Labuhan Merapi Selasa (13/2). Dalam Tradisi ini tidak ada pesan khusus hanya saja warga sangat antusias mengikuti  prosesi yang dilakukan ditengah situasi Tahun Politik 

Mas Wedana Suraksa Hargo Juru Kunci Gunung Merapi mengatakan Sebelum prosesi labuhan merapi diawali dengan diserahkannya kelengkapan Uba Rampe oleh utusan Sri Sultan Hamengku Bawono X yang dipimpin Bupati Kliwon Kawedanan Hageng Punakawan Widya Budaya, Kanjeng Mas Tumenggung Widya Winata dan diterima Bupati Sleman Serta Juru Kunci Mas Wedana Suraksa Hargo dikantor Kapanewon Cangkringan pada Minggu (11/2) Siang.

Selanjutnya setelah diinapkan yang dibarengi dengan Pagelaran  wayang kulit semalam suntuk Du petilasan Jyru Kunci Gunung Merapi Mbah Maridjan.

Barulah Senin (12/2) Pagi segala kelengkapan upacara atau Uba Rampe labuhan Merapi mulai dilakukan prosesi pemberangkatan dari Halaman Petilasan Almarhum Mbah Maridjan.

“Para Abdi Dalem yang bertugas semuanya mengenakan baju peranakan keris model gayaman dan kain jarik dengan lipatan. Adapun Uba Rampe yang dibawa disimpan didalam kotak peti kecil yang dibungkus kain warna merah yang merupakan kelengkapan yang akan dilabuh di Pos Srimangati meliputi kain atau sinjang motif Cangkring, motif Kawung Kemplang, Semekan Gadhung, Semekan Gadhung Mlati, Dhestar Udaraga, Kampuh Poleng, Kampuh Poleng Ciut, Arthi Tindih, Terung Wuluk, Kampuh Paleng.

Secara umum Labuhan Merapi memohon Doa keselamatan di wilayah Lereng Gunung Merapi DIY dan sekitarnya,hingga kini status Gunung Merapi masih berada di level siaga, aktivitas Vulkanologinya ditandai dengan masih mengeluarkan awan Panas Guguran (APG) yang bisa membahayakan,”katanya.

Salah satu peserta Alya Rismawari menuturkan Pada labuhan Tahun ini berbeda dari Tahun- Tahun Sebelumnya kali ini banyak kalangan warga turut mengiringi rombongan pembawa Uba Rampe menuju Pos Srimanganti, salahsatunya pelajar Pramuka.

” Banyak manfaat dan hal baru yang diperoleh dari kegiatan Tradisi labuhan merapi, selain mengenal warga sekitar juga bisa mengenal pengunungan Merapi, “ujarnya.

Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *