Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Diguyur Hujan Deras, Akses Jalan Sambirejo Terputus

Hujan deras yang mengguyur Dusun Nglengkong Kalurahan Sambirejo Kapanewon Prambanan  Rabu (31/1) sore menyebabkan akses jalan terputus dan tidak bisa dilewati karena bisa membahayakan pengguna jalan sehingga warga harus memutar arah menggunakan jalan alternatif lain saat keluar rumah. Jalan selebar kurang lebih 5 Meter persegi ini mengalami longsor atau batu lepas. 

NASIONALTERKINI– Hujan deras yang mengguyur Dusun Nglengkong Kalurahan Sambirejo Kapanewon Prambanan  Rabu (31/1) sore menyebabkan akses jalan terputus dan tidak bisa dilewati karena bisa membahayakan pengguna jalan sehingga warga harus memutar arah menggunakan jalan alternatif lain saat keluar rumah. Jalan selebar kurang lebih 5 Meter persegi ini mengalami longsor atau batu lepas. 

Darmanto, salah satu warga mengatakan kejadian bermula saat hujan lebat menyebabkan aliran air selokan kecil  membludak sehingga bidang bidang jalan tanah milik Wagiyem Dusun Malaka RT 04 RW 03 ini taka mampu menahan kuatnya aliran hujan.

 Genangan air menjadi penyebab dugaan menggerus secara perlahan-lahan bebatuan besar yang ada didalam bahu jalan selama ini yang sering dilewati Truk bermuatan batu maupun kayu ini yang memicu longsor.

“Untuk sementara waktu direncakan warga akan membuat jalan alternatif di samping kanan jalan yang longsor. Hal itu dilakukan untuk memudahkan pengguna jalan,terutama pejalan kaki yang melintas di kebun maupun pekarangan,”katanya Kamis (1/2).

Ketua FPRB Bandung Bondowoso Ignatius Prawoto menjelaskan kejadian alam serupa banyak sekali terjadi.Kontruksi tanah dengan banyak material batu namun sedikit tanah yang menjadikan bidang gelincir dan memicu terjadinya batu lepas baik di tebing perbukitan maupun kawasan sepanjang jalan pemukiman.

Ditengah cuaca ekstrem seperti saat ini, saya menghimbau agar warga untuk lebih waspada,ketika terjadi hujan lebih dari 2 Jam terutama bagi warga yang tinggal di dekat lereng untuk segera menjauhi lokasi rawan longsor seperti di tebing atau dekat dengan sungai kecil karena berpotensi menjadi aliran besar yang membahayakan,” katanya. (eng/sky)

Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *