Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Cuaca Ekstrem, Petani Cabai Gagal Panen 

Petani cabai di  Dusun Karangmojo Kalurahan Wedomartani  Kapanewon Ngemplak Sleman mengalami gagal panen akibat cuaca ekstrem yang terjadi tahun ini. Sejumlah tanaman cabai mati dan rusak sehingga tidak menghasilkan buah.

NASIONALTERKINI– Petani cabai di  Dusun Karangmojo Kalurahan Wedomartani  Kapanewon Ngemplak Sleman mengalami gagal panen akibat cuaca ekstrem yang terjadi tahun ini. Sejumlah tanaman cabai mati dan rusak sehingga tidak menghasilkan buah.

Di tengah kenaikan harga cabai di sejumlah pasar tradisional, petani Dusun  Karangmojo Kalurahan  Wedomartani  Kapanewon Ngemplak Sleman, justru mengalami gagal panen.

kerusakan ini diakibatkan Serangan Lebih dari satu Hama karena rontok sebelum dipetik. Lahan seluas hampir seribu meter persegi yang ditanami cabai rawit jenis ori ini merata seluruh tanaman menguning.

Pemilik tanaman Jumiah menuturkan tanamannya mengalami kerusakan penyakit bulai atau kuning yang ditandai dengan warna daun menguning.Selain daun menguning  tanamannya pun tak berkembang cukup baik sehingga tampak kerdil dan tak sehat.

Selain penyakit kuning, tanaman yang sedianya akan memasuki masa panen dalam waktu dekat ini juga diserang hama lalat buah, meski tanaman berbuah namun banyak diantaranya menghitam disetiap tangkai tanamannya, bahkan banyak diantaranya buah cabai rontok akibat layu dan sebagian mengalami pembusukan.

Sementara bagi buah cabai yang mulai memerah pun terdapat bintik hitam,sehingga tak laku dijual kalau laku terjual pun sangat murah, sekitar Rp 8.000 perkilogram di pasar lelang.

“Saya sudah  empat kali buah cabai yang saya petik seminggu dua kali, selanjutnya dijual di pasar lelang cawan.Terakhir saya peroleh 10 Kilogram dengan harga jual saat itu disekitar Rp 30.000 perkilogram. Namun karena banyak disortir sebelum dibawa ke pasar lelang,”ujarnya Selasa (30/1).

Jumiah menjelaskan saat ini merupakan waktu yang berat untuk petani cabai seperti dirinya maupun yang lain. Harga cabai yang fluktuatif justru tak diimbangi dengan harga obat-obatan tanaman cabai Yang justru terus mengalami peningkatan mulai dari Rp 2.000 hingga Rp 5.000 setiap obatnya. “Saya berharap agar obat tanaman tak mengalami kenaikan lagi ditengah cuaca ekstrem seperti saat ini,”ujarnya. (eng/sky)

Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *