Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Bupati Sleman Hadiri Puncak Peringatan Se- dunia Tingkat Kabupaten Sleman

Bupati Sleman Hadiri Puncak Peringatan Se- dunia Tingkat Kabupaten Sleman

JOGJABERITA–  Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo hadiri Puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Se-dunia tingkat Kabupaten Sleman yang dilaksanakan pada Senin (1/8). 

Pada tahun ini, puncak perayaan dilaksanakan di padukuhan Cibuk Kidul, Margoluwih, Seyegan dengan mengangkat tema Satu Bumi Untuk Masa Depan. 


Diawal puncak peringatan tersebut, Bupati melakukan penanaman bibit tanaman, pelepasan benih ikan serta burung, sebagai simbol puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup tingkat Kabupaten Sleman.

Selain itu, Kustini juga menyampaikan bahwa peringatan Hari Lingkungan Hidup menjadi momentum penting untuk menyadari pentingnya keberadaan bumi.

Bupati berharap, masyarakat dapat mulai mengambil langkah untuk menjaga kelestarian bumi.


“Mari bapak ibu kita mulai dari lingkungan kita, seperti memilah sampah dari rumah. Lewat langkah kecil itu, kita bisa memberikan dampak yang besar untuk menyelamatkan bumi,” ujar Kustini.


Kustini menambahkan, Pemkab Sleman telah melakukan berbagai upaya untuk menekan pencemaran lingkungan.

Mulai dari pengelolaan sungai, penanaman pohon, pembuatan sumur resapan, pembangunan embung, hingga pembangunan bendungan. 


“Pemkab Sleman juga telah melakukan penyediaan akses sanitasi limbah domestik dengan ketercapaian 98%,”ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman, Epiphana Kristiyani, menerangkan pelaksanaan peringatan Hari Lingkungan Hidup memiliki latar belakang untuk pelestarian lingkungan hidup dan membangun partisipasi masyarakat untuk melestarikan lingkungan. 

Terlebih lagi di tahun 2022, Kabupaten Sleman menghadapi tantangan dalam pengelolaan sampah, sehingga hal ini menjadi salah satu fokus Pemkab Sleman untuk menyelesaikan permasalahan pengelolaan sampah.

“Semoga melalui momen ini dapat menumbuhkan perilaku dalam melestarikan lingkungan hidup dan mengenalkan pentingnya pengelolaan lingkungan hidup,” kata Epiphana. (ang/red)

Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *