Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Banjir Genangi Tiga Desa di Kabupaten Ogan Ilir,Sebanyak 183 KK tak mengungsi

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menuturkan Hujan lebat mengguyur wilayah Kabupaten Ogan Ilir, Provinsi Sumatra Selatan, pada Rabu petang (31/1). Kondisi yang menyebabkan adanya banjir tiga desa ini terjadi pada pukul 15.20 waktu setempat.

NASIONALTERKINI – Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menuturkan Hujan lebat mengguyur wilayah Kabupaten Ogan Ilir, Provinsi Sumatra Selatan, pada Rabu petang (31/1). Kondisi yang menyebabkan adanya banjir tiga desa ini terjadi pada pukul 15.20 waktu setempat.

Ketinggian genangan di desa terdampak terpantau sekitar 10 hingga 40 cm. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melaporkan daerah yang terkena banjir berada di Kecamatan Pemulutan, tepatnya di Desa Ibu Besar III, Pipa Putih dan Harapan.

Sebanyak 183 KK yang tinggal di ketiga desa ini terdampak banjir. Sejauh ini tidak ada warga yang melakukan pengungsian atau menjadi korban atas kejadian tersebut.

“Menyikapi kondisi ini, personel BPBD setempat telah menyiagakan untuk upaya evakuasi warga apabila dibutuhkan. Di sisi lain, otoritas penanggulangan bencana di daerah ini juga berkoordinasi dengan pihak kecamatan maupun desa. Secara periodik, informasi peringatan dini disampaikan untuk kesiapsiagaan.

Potensi hujan lebat di wilayah Provinsi Sumatra Selatan ini telah terpantau oleh BPBD dengan adanya informasi peringatan dini yang berlaku pada 31 Januari hingga 1 Januari 2024,”katanya.

Abdul Muhari mengatakan banjir merendam pemukiman warga sebanyak 138 unit, fasilitas Pendidikan 2 unit dan peribadatan 1 unit.

Pada hari ini hingga esok hari (2/2) wilayah Sumatra Selatan masih berpotensi hujan lebat yang disertai petir atau kilat dengan angin kencang. Sedangkan di wilayah Kecamatan Pemulutan, kondisi cuaca berpotensi hujan ringan hingga petir dalam dua hari ini.

BNPB mengimbau warga untuk waspada dan siap siaga dalam menghadapi potensi bahaya hidrometeorologi basah seperti banjir dan tanah longsor. Warga dapat mengikuti arahan dari BPBD maupun aparat pemerintah daerah setempat untuk upaya keamanan dan keselamatan,”katanya. (sdi/cio)

Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *