Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Badiri Pria Misterius Tersesat di Lereng Merapi Mengaku Mengikuti Burung

Badiri Pria Misterius Tersesat di Lereng Merapi Mengaku Mengikuti Burung

JOGJABERITA– Pria misterius yang hilang di Lereng Merapi mengaku bingung. Pria bernama Nur Muhammad Badiri Syabeh mengaku sedang mencari jalan pulang. Hanya saja tersesat saat akan menuju jalur awal.

 “Apa, ikutin burung juga dikira saya pingin ke arah pulang. Pas saya lihat udah Gunung Merapi mas, jadi nanggung,” jelasnya kepada tim relawan SAR Gabungan saat proses evakuasi di Pos Srimanganti Merapi, Rabu (11/1).

Perbincangan tak berlangsung lama. Pria asal Bekasi Jawa Barat ini terlihat linglung saat bertemu tim relawan SAR Gabungan. Tim search rescue unit (SRU) juga terlihat memberikan minum dan kudapan kepada pria tersebut.


Sosok ini dilaporkan hilang, setelah berjalan di rute Labuhan Merapi pada Senin siang (9/1). Kendaraan miliknya, Yamaha Aerox E 4912 UX terparkir di warung milik warga.

Tepatnya di Dusun Kinahrejo, Umbulharjo, Cangkringan. Tim relawan SRU sempat mengonfirmasi kendaraan tersebut.

Kabid Kearuratan dan Logistik BPBD Sleman Bambang Kuntoro membenarkan nama pria misterius tersebut adalah Nur Muhammad Badiri Syabeh. Tercatat sebagai mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Berdasarkan identitas adalah warga Bekasi Jawa Barat. Dia juga membenarkan adanya pengakuan dari survivor. Berupa mengikuti burung dan akhirnya tersesat.

Hingga akhirnya ditemukan oleh tim SRU SAR gabungan di sekitar Pos Srimanganti Merapi, Rabu siang (11/1).

“Kan itu pengakuannya ngikutin burung dia mengikuti burung tapi malah salah jalan to. Sehingga dia bingung sampai di Labuhan (rute Labuhan Merapi) itu. Dia bingung itu saja intinya,” ujarnya.

Ditanya cara bertahan hidup, Bambang belum mendapatkan jawaban. Terlebih saat ini kondisi survivor masih bingung. Walau begitu, dia memastikan kesehatan survivor masih prima.

“(Bertahan hidup) Kurang tahu, belum sampai ke sana. Sadar, baik, bisa makan bisa ngomong dan tahu motornya di sana tapi tetap ditandu dulu siapa tahu kurang fit,” katanya. (evi/eko)

Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *